Program Studi S1 Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) FKIP Universitas Lampung melakukan perubahan kurikulum pada Tahun 2020 ini dengan memasukkan program merdeka belajar – kampus merdeka. Adapun langkah-langkah yang dilakukan yaitu mulai dari pembentukan tim penyusun kurikulum, perancangan kurikulum, dan perancangan pembelajaran. Tim penyusun Kurikulum 2020 diketuai oleh Ketua PS PTI, Bapak Wayan Suana, M.Si, dengan beranggotakan para dosen PS PTI.


Adapun pada tahap perancangan kurikulum, dilakukan penetapan profil lulusan dan perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penetapan bahan kajian dan pembentukan mata kuliah, dan penyusunan matrik organisasi mata kuliah. Pada tahap ini, dilakukan dilakukan analisis kebutuhan pasar, kajian hasil perumusan profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan (CPL) oleh Asosiasi Pendidikan Teknologi Informasi Indonesia (APTII), masukan dari stakeholders yaitu kepala SMK, dan pimpinan perusahaan sebagai calon pengguna lulusan dan para guru bidang keahlian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui penyebaran kuesioner daring dengan office form dan workshop, hasil evaluasi kurikulum PS PTI Tahun 2017 dan revisinya, kajian keilmuan PS PTI, kajian peraturan-peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara itu, pada tahap perancangan pembelajaran, dilakukan perancangan rencana pembelajaran semester untuk setiap MK dan juga perangkat pembelajaran lainnya.


PS PTI juga menggelar kegiatan Workshop Kurikulum Merdeka Belajar yang dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2020 bertempat di Gedung G, Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Unila. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan draf kurikulum yang telah disusun oleh tim penyusun kepada semua pemangku kepentingan, mulai dari unsur pimpinan FKIP, Tim Penjaminan Mutu FKIP, Pimpinan Jurusan PMIPA, para dosen, mahasiswa, dan para calon pemakai lulusan PTI (kepala SMK dan pimpinan perusahaan di Lampung). Kegiatan workshop ini juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Ilmu Komputer, Bapak Didik Kurniawan, M.T.


Dr. Undang Rosidin, M.Pd selaku Ketua Jurusan PMIPA dalam sambutannya menyampaikan bahwa latar belakang diadakannya kegiatan penyusunan kurikulum ini yaitu karena adanya kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Dalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk belajar selama maksimal tiga semester di luar program studinya. Dengan tersedianya pilihan belajar di luar prodi sendiri, mahasiswa diharapkan dapat memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya dalam dunia kerja sesuai dengan passion mereka masing-masing. Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama FKIP Unila, Dr. Sunyono, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop yang melibatkan eksternal sebagai calon pengguna lulusan PTI sangat penting dilakukan agar terjadi kesesuaian antara apa yang dibutuhkan di lapangan dengan apa yang diprogramkan di prodi. Lebih lanjut disampaikan bahwa sebagai satu-satunya prodi pendidikan teknologi informasi di Lampung, PTI FKIP Unila harus terus berbenah dan senantiasa mengevaluasi kurikulum dan pembelajarannya agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.


Adapun Ketua Prodi PTI, Wayan Suana, S.Pd., M.Si. dalam paparannya mengungkapkan bahwa saat ini Prodi PTI masih menggunakan Kurikulum 2017 dan revisinya Tahun 2019. Dengan adanya Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka maka prodi yang beroperasi sejak tiga tahun lalu ini wajib menyediakan pilihan bentuk pembelajaran lain di luar prodi sendiri yang dapat diambil mahasiswa selama tiga semester. Untuk itu, PTI menyediakan pilihan berupa kegiatan magang di industri selama satu semester pada semester enam, asistensi mengajar di SMK selama satu semester, dan kuliah pada prodi lain di dalam dan luar Unila sebanyak 20 sks. Pemilihan bentuk-bentuk pembelajaran merdeka di luar prodi tersebut disesuaikan dengan profil lulusan yang ditetapkan oleh PTI, yaitu calon pendidik TIK di SMK, tenaga professional TI, dan instruktur/widyaiswara/trainer.


Peserta workshop yang terdiri dari para kepala SMK, wakil perusahaan, pimpinan fakultas dan jurusan, serta dosen-dosen pengajar di PTI ini sangat aktif memberikan saran-saran dan pandangan mereka masing-masing terkait kurikulum yang sedang disusun dan relevansinya dengan kebutuhan dunia kerja. Para kepala SMK seperti SMKN 9 Bandarlampung, SMKN 4 Bandar Lampung, SMK Tri Karya Utama, serta perwakilan perusahaan seperti dari Telkom, PLN, TVRI, dan Radar Lampung sangat menyambut baik program merdeka belajar dalam Kurikulum 2020 yang didesain oleh PTI dan siap bekerjasama menerima mahasiswa untuk praktik selama satu semester di tempat masing-masing.

Leave a Comment